counter

Legislator dorong pelajar Yogyakarta jadi pelopor pemilu damai

Tingkat partisipasi Pemilu 2019 tertinggi setelah reformasi
Peserta mengikuti karnaval Pemilu Damai 2019 di Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye)
Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Komisi A DPRD DIY Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto mendorong para pelajar di Yogyakarta menjadi pelopor terciptanya pemilu yang damai di daerah itu.

"Setelah 17 April teman sekelas masih sama. Kepala sekolah, guru BK dan penjaga sekolah masih sama. Setelah pemilu apakah ketua kelas ganti, kepala sekolah ganti, Tidak. Ketua PMR dan Pramuka juga tidak berubah," kata Eko Suwanto hadapan 150 pelajar perwakilan dari sejumlah SMA/SMK Kota Yogyakarta pada Sosialisasi Pemilu di Kantor Kesbangpol DIY, Jumat.

Untuk mendukung terciptanya pemilu damai, ia berharap para pelajar yang merupakan golongan pemilih pemula bijaksana dalam menggunakan media sosial.

"Hati-hati menggunakan jari-jari karena jika melanggar larangan dalam UU ITE bisa mengantarkan ke penjara. Intinya saring sebelum sharing. Karena jejak digital tidak bisa dihapus dan tetap tersimpan di server," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta ini.

Dia berharap para pelajar, mahasiswa dan pemuda di Yogyakarta juga berpartisipasi membantu KPU dan Bawaslu sehingga terhindar dari pelanggaran.

"Peran pemuda itu sangat luar biasa hebat. Bung Karno mengatakan beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia," kata Eko.

Ia berharap kalangan pemuda selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dalam dinamika Pemilu 2019 serta mengurangi fanatisme berlebihan dan menghindari penyebaran hoaks.

"Kita harus mencari banyak kesamaan bahwa kita ini satu Indonesia, bukan selalu mencari-cari kesalahan," kata politisi muda PDIP Eko Suwanto yang maju sebagai Caleg DPRD DIY Nomor Urut 1 dapil Kota Yogyakarta ini.

Eko Suwanto menambahkan, secara konstitusional para pemilih pemula harus mendapatkan hak pilihnya. Oleh sebab itu, Komisi A DPRD DIY terus mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Bawaslu DIY tidak berhenti untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2019.

Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyono mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih khususnya pemilih pemula.

"Mereka harus memperoleh pembekalan untuk menentukan calon pemimpin. Surat suaranya macam-macam, banyak calon dan tidak ada fotonya. Jangan sampai mereka memilih pemimpin yang tidak tahu orangnya, hanya ikut-ikutan," kata Agung.

Ia mendukung upaya sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan KPU sehingga pemilih pemula bisa menentukan pemimpin yang betul-betul berkarakter karena jumlah partisipasi pemilih yang tinggi akan menentukan legitimasi pemilu.

Jokowi bahas rencana bertemu Prabowo

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019
Dipertanyakan pembagian tong di masa kampanye Sebelumnya

Dipertanyakan pembagian tong di masa kampanye

Gubernur menerima dokumen caleg terpilih DPRD Sulsel Selanjutnya

Gubernur menerima dokumen caleg terpilih DPRD Sulsel