pemilu.antaranews.com
HITUNG CEPAT
PEMILU PRESIDEN 2024
25.55%
57.81%
16.62%
25.34%
58.08%
16.58%
25.06%
59.08%
15.86%
24.77%
59.19%
16.04%

Bamsoet dukung Prabowo-Gibran rangkul partai politik di luar KIM

Rutan Salemba sudah terima logistik Pemilu 2024
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua dan Komisioner KPU RI. ANTARA/HO-MPR RI
Ucapan selamat dari kedua pasangan tersebut menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia baik-baik saja
Jakarta (ANTARA) -
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung rencana calon presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk membangun koalisi yang kuat dan efektif dengan berusaha merangkul partai politik di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM).
 
Menurutnya upaya bergotong royong dengan partai politik lain di luar KIM dilakukan pasangan tersebut demi menyukseskan berbagai program pembangunan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
 
"Begitu pun suhu politik kedepannya dipastikan tidak akan memanas, melainkan tetap sejuk. Sehingga kita bisa bergotongroyong melanjutkan berbagai program pembangunan untuk memajukan Indonesia," kata Bamsoet dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
 
Dia mengatakan apresiasi juga perlu diberikan kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar serta Ganjar Pranowo-Mahfud Md beserta partai politik pendukungnya yang menunjukkan semangat kenegarawanan karena telah mengucapkan selamat kepada pasangan Prabowo-Gibran.

Dia menilai hal itu memberikan teladan baik kepada para pendukungnya bahwa ada saatnya untuk bersanding dan ada saatnya untuk bertanding.
 
"Ucapan selamat dari kedua pasangan tersebut menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia baik-baik saja," ucap dia.
 
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, menurutnya seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan karena tantangan yang dihadapi Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri, sangat berat.
 
"Ditingkat global, geopolitik dunia masih diwarnai konflik dan ketegangan politik. Antara lain konflik Iran-Israel serta Rusia-Ukraina, eskalasi ketegangan China-Taiwan serta Turki-Yunani, potensi konflik di semenanjung Korea, dan ketegangan di kawasan Laut China Selatan. Serta krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina," paparnya.

Baca juga: Bamsoet ajak semua pihak rekonsiliasi usai MK putuskan PHPU Pilpres

Baca juga: Pengamat: Prabowo berupaya rangkul parpol lain sesuai janji kampanye
 
Sebagai bagian dari komunitas global, menurutnya Indonesia juga perlu lebih meningkatkan peran politik luar negeri yang bebas aktif, bergaul erat dengan semua negara bangsa, tanpa perlu berpihak pada salah satunya. Menurutnya rivalitas geo-ekonomi juga menjadi semakin penting di tengah globalisasi dan kemajuan teknologi.
 
Dia mengatakan Indonesia juga harus membangun ketahanan dan kemandirian ekonomi, yang ditopang oleh kedaulatan pangan, energi, dan industri. Persaingan perdagangan, akses sumber daya alam, investasi asing langsung, dan ketergantungan ekonomi antara negara-negara menurutnya masih menjadi faktor penting dalam dinamika geopolitik.
 
"Terlebih perkembangan teknologi komunikasi dan transformasi digital telah memungkinkan interaksi yang lebih intensif antar negara, baik dalam arena politik, ekonomi, maupun sosial," tutur dia.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari di Gedung KPU Ri, Jakarta, Rabu, telah menetapkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan calon terpilih pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 sesuai dengan Keputusan KPU Nomor 504 Tahun 2024.
 
Ketua KPU RI menjelaskan bahwa Prabowo-Gibran berhasil meraih 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara sah nasional dan memenuhi sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
 
Adapun keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan pada hari Rabu, 24 April 2024.
Pewarta:
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2024
Usai jadi cawapres terpilih, Gibran akan kembali bertugas di Solo Sebelumnya

Usai jadi cawapres terpilih, Gibran akan kembali bertugas di Solo

MK putuskan tak terima permohonan Pileg PPP Dapil Sumbar Selanjutnya

MK putuskan tak terima permohonan Pileg PPP Dapil Sumbar