pemilu.antaranews.com
HITUNG CEPAT
PEMILU PRESIDEN 2024
25.55%
57.81%
16.62%
25.34%
58.08%
16.58%
25.06%
59.08%
15.86%
24.77%
59.19%
16.04%

Komisi I DPR sepakat bentuk Panja Netralitas TNI

Mataram targetkan partisipasi masyarakat 80 persen di Pemilu 2024
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid (empat kanan) bersama Kasad Jenderal TNI Agus Subiyanto (tiga kanan) usai uji kepatutan dan kelayakan calon panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/11/2023). ANTARA/Genta Tenri Mawangi/aa.

Jakarta (ANTARA) - Komisi I DPR RI sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) Netralitas TNI untuk mengawal Pemilu 2024.

"Komisi I juga sudah membentuk Panja Netralitas TNI. Jadi, insyaallah tidak ada keraguan untuk netralitas TNI," kata Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid usai uji kepatutan dan kelayakan calon panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Meutya mengatakan kesepakatan pembentukan Panja Netralitas TNI tersebut diambil dalam rapat internal Komisi I DPR di Jakarta, pada Rabu (8/11). Dia menyebut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto ditunjuk menjadi ketua Panja Netralitas TNI tersebut.

"Kami sudah juga menetapkan ketuanya. Nanti yang memimpin Pak Utut. Beliau berkenan untuk memimpin dan tentu dibarengi oleh seluruh pimpinan dan juga anggota Komisi I," jelasnya.

Baca juga: Anggota Komisi I DPR: Panja Netralitas TNI belum jadi agenda internal

Meutya berharap pembentukan panja tersebut mampu menepis kekhawatiran publik akan netralitas prajurit TNI pada Pemilu 2024.

Menurut dia, Kasad Jenderal TNI Agus Subiyanto, yang baru saja disetujui oleh Komisi I DPR RI menjadi calon panglima TNI, menyetujui pula pembentukan Panja Netralitras TNI.

"Beliau (Agus) sebelum fit and proper test sudah menyatakan siap, seluruh fraksi juga menyatakan siap untuk mengawal, dan insyaallah ini menepis kekhawatiran semua. Tadi, beliau sudah menyatakan tegas tidak ada keraguan kepada TNI untuk hal netralitas dan Komisi I juga akan mengawal melalui panja," jelas Meutya.

Baca juga: Komisi I sebut netralitas jadi materi uji kepatutan calon Panglima TNI

Sementara itu, ditemui terpisah, Agus menegaskan komitmennya untuk mengawal netralitas TNI pada Pemilu 2024. Dia menyebut telah memberikan penyuluhan terkait netralitas TNI kepada para prajuritnya.

"Saya sampaikan pada Komisi I, jangan ragukan kami, TNI. Saya sudah tekankan dan saya sudah memberikan penyuluhan pada prajurit yang sampai pangkat terendah. Mereka sudah kami berikan buku saku, setiap prajurit, setiap orang mempunyai buku saku tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan," kata Agus masih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Selain itu, dia menambahkan bahwa netralitas TNI dalam Pemilu 2024 telah memiliki koridor aturan yakni Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang melarang prajurit TNI menjadi anggota partai politik dan terlibat dalam berbagai kegiatan politik praktis.

"Kemudian, juga Undang-Undang tentang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Apabila TNI berpolitik, maka praktis akan dikenakan hukuman pidana ataupun disiplin," ujar Agus.

Baca juga: DPR dalami soal netralitas TNI di uji kelayakan calon panglima

Sebelumnya, Selasa (7/11), Utut Adianto mengusulkan pembentukan Panja Netralitas TNI dalam mengawal Pemilu 2024.

"Kalau memang berkenan untuk menjaga muruah DPR, maka buatlah Panja Netralitas TNI," kata Utut dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR RI dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono beserta jajarannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.

Menurut Utut, Panja Netralitas TNI perlu dibentuk untuk menjaga kedaulatan NKRI agar tidak terpecah belah akibat adanya potensi intervensi terhadap pimpinan TNI dalam mengawal Pemilu 2024.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi I DPR usulkan Panja Netralitas TNI

Pewarta:
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2023
Wali Kota Jaksel ingatkan ASN untuk bersikap netral pada Pemilu 2024 Sebelumnya

Wali Kota Jaksel ingatkan ASN untuk bersikap netral pada Pemilu 2024

114 TPS terdampak banjir Demak gelar pemungutan suara susulan Selanjutnya

114 TPS terdampak banjir Demak gelar pemungutan suara susulan