counter

KPU targetkan santunan 542 petugas KPPS se-Indonesia tuntas tahun ini

DKPP rehabilitasi ketua KPU - Bawaslu terkait Bupati Mandailing Natal
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra sata ditemui di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7). (ANTARA News/Pamela Sakina)
Pokoknya target selesai sampai tahun ini, jangan sampai enggak dapat lah (target)
Jakarta (ANTARA) - Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra menyatakan santunan untuk 542 ahli waris petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Indonesia yang meninggal dunia selama penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 ditargetkan rampung tahun ini.

"Pokoknya target selesai sampai tahun ini, jangan sampai enggak dapat lah (target)," kata Ilham saat ditemui ANTARA di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Sabtu.

Sebelumnya Ilham mengkalim telah menyalurkan santunan duka kepada 162 ahli waris di beberapa daerah di Indonesia seperti Banten, Bogor, Bekasi, Jakarta, Yogyakarta, dan sebagian daerah di Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dimiliki KPU, total yang meninggal dunia sebanyak 749 orang petugas, di mana 542 di antaranya sudah dilakukan verifikasi.

Ilham mengatakan nama yang tidak terverifikasi berarti tidak memenuhi syarat ketentuan, salah satunya meninggal dunia di luar tanggal yang telah ditentukan yaitu mulai sejak persiapan Pemilu hingga 10 Mei 2019.

"Kita kan pakai uang negara, tidak boleh asal, harus betul-betul diverifikasi," ujar Ilham.

Ilham mengatakan setelah memberi santunan ke 162 ahli waris, saat ini KPU belum melanjutkan pemberian santunan kepada 380 orang lainnya dikarenakan masih mengurus administrasi.

"Ada persoalan administrasi yang belum selesai, salah satunya perihal penyaluran dana dari Departemen Keuangan, Insya Allah dalam waktu dekat kami selesaikan semuanya," tambah dia.

Pilkada Pandeglang 2020 telan anggaran Rp68,2 miliar

Pewarta:
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019
Saat foto rekayasa tiba-tiba disengketakan di MK Sebelumnya

Saat foto rekayasa tiba-tiba disengketakan di MK

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta Selanjutnya

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta