counter

Akademisi di Mamuju ajak masyarakat jaga persatuan

Pemkab Batang tutup wisata yang tidak terapkan protokol kesehatan
Akademisi Universitas Tomakaka (UNIKA) Yusuf Edi SH MH di Mamuju, Sabtu (29/6/2019). (ANTARA News/M Faisal Hanapi)
Mamuju (ANTARA) - Akademisi di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengajak masyarakat menjaga persatuan setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pemilihan Presiden 2019.

"Putusan MK sudah tidak tidak bisa lagi dikomentari karena sudah jelas pertimbangan hakim MK terkait Pilpres 2019," kata akademisi Universitas Tomakaka (UNIKA) Yusuf Edi SH MH di Mamuju, Sabtu.

Baca juga: Din sambut putusan MK dengan catatan

Baca juga: Muhammadiyah imbau jaga persaudaraan pascaputusan MK


Ia mengatakan, putusan MK mesti diterima dengan lapang dada sebagai keputusan final.

"Putusan MK itu telah mengikat dan final, gugatan pasangan calon 02 ditolak seluruhnya," kata Yusuf Edi yang juga dosen tata negara di universitas itu.

Menurut Yusuf Edi yang juga mantan Fakultas Hukum UNIKA, semua pihak mesti menerima putusan MK tersebut dan kembali bersatu serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Harapan pasca-putusan MK, ekonomi semakin stabil

Baca juga: Demokrat langsung keluar dari koalisi pasca-putusan MK


Ia berharap tidak ada pihak yang mencoba merusak ketentraman dan kedamaian bangsa ini karena pilpres telah selesai.

"Mari bersama membangun bangsa ini agar maju dan berkembang ke depan, Presiden terpilih telah ada semoga mampu membangun bangsa ini maju dan berkembang," katanya.
 

Ma'ruf Amin segera agendakan bertemu Prabowo-Sandi

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019
Rektor UMP tidak setuju koalisi Prabowo bubar Sebelumnya

Rektor UMP tidak setuju koalisi Prabowo bubar

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024 Selanjutnya

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024