counter

Bupati Tangerang ingatkan warga tidak mudah terprovokasi

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Bupati Tangerang, Banten, Ahmed Zaki Iskandar memberikan keterangan usai menyaksikan rapat pleno penghitungan suara tingkat kabupaten oleh KPU setempat. (Foto: ANTARA/Adityawarman)
Tangerang (ANTARA) - Bupati Tangerang, Banten, Ahmed Zaki Iskandar mengingatkan warga jangan mudah terprovokasi oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab atas penyelenggaraan Pemilu 2019 karena saat ini telah memasuki tahapan rapat pleno penghitungan suara.

"Semua tahapan dilakukan secara transparan, terbuka ada saksi dan tim sukses partai politik," kata Ahmed Zaki Iskandar, di Tangerang, Selasa.

Ahmed mengatakan di sela rapat pleno penghitungan suara oleh KPU setempat yang dihadiri juga oleh Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif, Ketua Bawaslu Andi Irawan, Dandim 0510 Tigaraksa Letkol Parada WN Tampubolon.

Ketua MUI Ues Nawawi dan sejumlah petinggi partai dan tim sukses calon legislatif (caleg) dan pihak terkait lainnya juga menghadiri rapat pleno tersebut.

Dalam rapat penghitungan suara itu, petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menyiapkan dua layar televisi ukuran besar bagi pihak yang tidak masuk ke dalam ruangan GSG.

Menurut mantan anggota Komisi I DPR RI itu, tidak ada yang ditutup-tutupi apalagi istilah curang dalam Pemilu 2019.

Dia menambahkan, penghitungan suara sangat transparan, semua pihak dapat menyaksikan acara rapat pleno itu.

Pihaknya berharap agar warga dapat menjaga kerukunan karena waktu pencoblosan dan pilpres maupun pileg sudah berlalu.

Dia mengapresiasi petugas KPU yang bekerja tanpa lelah sebelum pencoblosan 17 April 2019 hingga saat ini.

Menurut dia, jangan terlalu gampang menyebut pemilu curang, tapi buktikan dan lihat sendiri sejak awal hingga penghitungan suara.

Demikian pula harus dihargai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di daerah ini yang mengalami kelelahan menyebabkan lima orang meninggal dan tujuh orang sakit.

Petugas KKPS yang meninggal adalah Sukrani, anggota KPPS TPS 10, Desa Legok Sukamaju, Kecamatan Kemiri, Anis Gunawan, Linmas TPS 04, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga.

Petugas yang meninggal lainnya yakni Subur anggota KPPS TPS 27, Kecamatan Cisauk dan Sarmin, Linmas TPS 17 Kecamatan Legok.

Sebelumnya, KPU Kabupaten Tangerang telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahap kedua sebanyak 2.118.565 orang tersebar pada 29 kecamatan serta 9.010 TPS.

DPT tersebut sebanyak 1.198 pemilih merupakan penyandang disabilitas yang merupakan tunadaksa, tunanetra, tunarungu (wicara) dan tunagrahita.
Pewarta:
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2019
Prabowo-Sandiaga unggul di Riyadh Sebelumnya

Prabowo-Sandiaga unggul di Riyadh

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai