counter

Warga Garut tak sabar ingin hasil pemilu segera diumumkan

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Warga memberikan hak suaranya saat pemilu di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Dokumen Feri Purnama)
Garut (ANTARA) - Sejumlah warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berharap hasil pemilihan umum 2019 segera diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara terbuka sehingga hasilnya dapat diketahui dan masyarakat tidak lagi dibingungkan dengan informasi hasil pemilu yang saat ini bertebaran di media sosial.

"Saya harap KPU segera mengumumkan hasil pemilihan kemarin, biar masyarakat tahu siapa pemenangnya," kata Kusuma seorang warga Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Sabtu.

Ibu yang berprofesi sebagai guru di Garut itu mengatakan, saat ini banyak informasi yang tersebar tentang hasil pemilihan presiden bahkan legislatif termasuk DPD.

Sebaran informasi perolehan suara itu, kata dia, seringkali hasilnya berbeda-beda antara dua belah pihak akibatnya banyak warga yang ikut bingung dengan hasil suara tersebut.

"Kalau sudah diumumkan KPU setidaknya warga tidak akan bingung lagi karena ketetapan semua ada di KPU," kata Kusuma.

Senada warga lainnya Agus Somantri menyatakan, hasil pemilu dapat segera diumumkan agar masyarakat di Garut dan seluruh Indonesia bisa secepatnya tahu siapa yang memperoleh suara terbanyak.

Agus mengungkapkan percaya terhadap penyelenggara pemilu dilakukan sesuai peraturan yang berlaku, terkait tuduhan adanya kecurangan diharapkan dapat terungkap dan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Sekarang lagi ramai tuduhan kecurangan, KPU harus bisa membuktikan semua tuduhan itu," katanya.

Ketua KPU Garut Junaidin Basri menyampaikan, warga untuk tetap sabar menunggu proses penghitungan perolehan suara yang dilakukan secara bertahap.

Ia mengatakan, tahapan pertama penghitungan di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), tahapan selanjutnya ke tingkat kecamatan, kemudian nanti di tingkat kabupaten.

"Sekarang tingkat kecamatan sudah selesai, tahapan berikutnya penghitungan tingkat kabupaten," katanya.

Bawaslu sebut partisipasi rendah jadi indeks kerawanan pemilu paling dominan

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Pleno KPU Papua diskors karena tak ada komisioner KPU hadir Sebelumnya

Pleno KPU Papua diskors karena tak ada komisioner KPU hadir

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai