counter

Sembilan orang petugas pemilu di Cianjur meninggal dunia

Pemkab Batang tutup wisata yang tidak terapkan protokol kesehatan
ilustrasi prosesi pemakaman petugas KPPS di Cianjur, Jawa Barat, diduga meninggal dunia akibat kelelahan setelah melaksanakan tugas mengawal pemilu (Foto: ANTARA/Ahmad Fikri)
Cianjur (ANTARA) - Sembilan orang penyelenggara Pemilu 2019 di Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia, diduga akibat kelelahan selama menjalani proses tahapan hingga penghitungan suara di tingkat kecamatan.

Petugas yang meninggal dunia berasal dari pengawas TPS, tepatnya di TPS 01 Desa Pagermaneuh, Kecamatan Tanggeung. Sebelumnya anggota KPPS di Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan.

Komisioner Bawaslu Cianjur Hadi Dzikri Nur kepada wartawan, di Cianjur, Sabtu, mengatakan pengawas TPS yang meninggal dunia atas nama Ceppy Cahyadi sempat mendapatkan pertolongan medis di puskesmas setempat.

"Almarhum diduga kelelahan usai menjalankan tugas, tepatnya setelah penghitungan suara di tingkat TPS. Almarhum sempat dibawa ke layanan kesehatan, namun Jumat (26/4) meninggal dunia," katanya lagi.

Ia menuturkan, pengawas TPS yang meninggal dunia merupakan yang pertama di Cianjur, namun petugas yang sakit, baik ringan atau pun berat jumlahnya mencapai puluhan orang.

"Untuk pengawas yang merupakan bagian dari Bawaslu Cianjur, satu orang yang meninggal dunia akibat kelelahan. Sedangkan puluhan orang dilaporkan sakit setelah menjalankan tugas," katanya pula.

Menurutnya, petugas pengawas pemilu dari tingkatan kecamatan, desa, hingga yang paling bawah selalu diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan dan menjaga pola makan selama bertugas terutama pada malam hari.

"Kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, makan secara teratur dan perbanyak minum air putih karena proses tahapan penghitungan hasil pemilu masih panjang," katanya.

Sebelumnya, petugas KPPS yang meninggal dunia atas nama Ane Liane (22), anggota KPPS di TPS 28, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan pertolongan medis di salah satu klinik.

Namun, korban akhirnya meninggal dunia di rumah ibunya di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet. Sebelum meninggal, korban sempat mengalami pendarahan di bagian hidung.

Meninggalnya Ceppy dan Anne menambah panjang daftar penyelenggara pemilu di Cianjur yang meninggal dunia, menjadi sebanyak sembilan orang yang diduga akibat kelelahan menjalani proses tahapan pemilu.

Menghilangkan penat akhir pekan di Kebun Raya Cibodas

Pewarta:
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2019
KAHMI dorong KPU-RI perhatikan jaminan petugas KPPS Sebelumnya

KAHMI dorong KPU-RI perhatikan jaminan petugas KPPS

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024 Selanjutnya

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024