91 TPS di Sulawesi Selatan gelar PSU serentak

Lemhannas harapkan pasca-Pemilu tak munculkan sentimen fanatisme
Petugas Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Manggala, melakukan penghitungan suara hasil pencoblosan 17 April 2019, di Kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA/Darwin Fatir) 
Makassar (ANTARA) - KPU Provinsi Sulawesi Selatan Sulsel akhirnya memutuskan 91 TPS yang tersebar di 16 kabupaten kota di Sulsel akan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) secara serentak, Sabtu 27 April 2019.

"Ada 91 TPS di Sulsel akan melaksanakan PSU besok," ujar Humas KPU Sulawesi Selatan, Asrar Marlang, saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat.

Ia berharap pelaksanaan PSU serentak ini mendapat respon positif masyarakat untuk datang kembali ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak pilihnya sebagai bentuk dukungan pesta demokrasi yang berintegritas.

Mengenai jumlah pemilih dari total TPS yang menyelenggarakan PSU, Asrar tidak menyebut secara rinci, hanya saja diperkirakan mencapai ribuan orang.

Ketua KPU Sulawesi Selatan, Misnah Attas, saat dihubungi melalui pesan singkat mengatakan, untuk kelengkapan logistik PSU sebagian sementara proses pengiriman dari Jakarta dan diperkirakan tiba malam ini dan langsung dibawa ke TPS yang logistik surat suaranya kurang.

"Masih ada (surat suara) yang datang malam ini dari Jakarta," kata mantan Ketua KPU Makassar itu.

Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Uslimin, menambahkan, sebagian besar logistik sudah terdistribusi ke TPS yang akan melaksanakan PSU di daerah setempat. "Sebagai besar sudah aman," singkatnya.

Dari data KPU Sulawesi Selatan, pada 14 kabupaten kota yang melaksanakan PSU serentak, paling banyak di Kota Makassar mencapai 19 TPS dengan sebaran empat kecamatan dan terbanyak di Kecamatan Tamalate dengan sembilan TPS.

Selanjutnya di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) 14 TPS dengan sebaran TPS enam kecamatan, disusul Kabupaten Takalar ada sembilan TPS tersebar di lima kecamatan. Kabupaten Barru ada delapan TPS dengan sebaran empat kecamatan.

Di Kabupaten Soppeng ada tujuh TPS dengan sebaran empat kecamatan. Kabupaten Bone ada lima TPS tersebar di lima kecamatan. Kabupaten Gowa empat TPS tersebar di tiga kecamatan. Kabupaten Jeneponto tiga TPS di tiga kecamatan.

Sedangkan di Kabupaten Luwu ada dua TPS di dua kecamatan. Luwu Timur satu TPS. Kota Palopo enam TPS tersebar di tiga kecamatan. Kota Pare-pare empat TPS di tiga kecamatan. Sementara Kabupaten Wajo, Tana Toraja dan Toraja Utara masing-masing satu TPS.

Secara terpisah, Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar, mengatakan, mereka sudah mendistribusikan logistik pemilu di sejumlah TPS yang akan dilaksanakan PSU esok.

"Sudah kami distribusikan, C6 atau surat panggilan juga sudah dibagikan kepada warga yang daerahnya menyelenggarakan PSU. Kami berharap pelaksanaan PSU dapat berjalan aman dan lancar. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dana TNI untuk pengamanan," ujarnya.

Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad juga dikonfirmasi menuturkan, jumlah PSU di Sulsel besok sebanyak 91 TPS, dengan 16 kabupaten kota dan 51 kecamatan tersebar di 70 desa/kelurahan

Ia mengimbau kepada masyarakat yang TPS-nya menjadi PSU agar bagi yang terdaftar namanya di DPT atau DPTb atau warga yang memiliki hak pilih, berdomisili di RT RW setempat, tetapi namanya tidak terdaftar di DPT atau DPTb, maka diharapkan dapat hadir untuk menyalurkan pilihannya.


"Kami mengharapkan partisipasi semua warga untuk melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya tindakan yang melanggar aturan dan norma kepemiluan, khususnya berkaitan dengan isu praktik politik uang, intimidasi dan mobilisasi. Jika ada indikasi dan buktu, segera di laporkan ke Panwas atau Bawaslu," tegasnya.

Saiful mengingatkan dengan keras bagi para kontestan yang terbukti melakukan politik uang, maka meski terpilih dan memiliki suara terbanyak, sanksi pencoretan akan menanti di ujung pelantikannya sebagai anggota dewan.

"Kepada sahabat-sahabat Penyelengara, baik Bawaslu, Panwascam, PPDK, PTPS, maupun teman-teman KPU, PPK, PPS dan KPPS... tetap semangat. PSU yang dilakukan adalah upaya untuk memastikan pelaksanaan Pemilu 2019 ini dikelola secara transparan, akuntable dan berintegritas," ucapnya 
Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019
Dedi Mulyadi: Jangan saling menyalahkan terkait Pemilu serentak Sebelumnya

Dedi Mulyadi: Jangan saling menyalahkan terkait Pemilu serentak

LPOI imbau masyarakat tak turun ke jalan 22 Mei Selanjutnya

LPOI imbau masyarakat tak turun ke jalan 22 Mei