KPU gandeng dinas kesehatan siagakan petugas di kecamatan

Polisi periksa 41 tersangka ricuh 22 Mei diduga berafiliasi ISIS
Tim medis Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung sedang mengecek petugas PPK di kecamatan yang sedang melakukan rekapitulasi suara pemilu. (Antaralampung.com/Ist)
Kami juga meminta kepada tim medis selain memeriksa kesehatan juga memberikan suplemen kepada PPK dan PPS yang membutuhkan, katanya
Bandarlampung (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung menggandeng Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung dengan menyiagakan petugas kesehatan di setiap kecamatan yang hingga kini masih melakukan pleno rekapitulasi suara.

Komisioner KPU Kota Bandarlampung Divisi Program dan Data Fery Triatmojo, saat dihubungi Kamis, mengatakan, petugas kesehatan dari Dinkes Bandarlampung tersebut sudah bersiaga sejak Rabu (24/4) guna memeriksa kondisi fisik PPK dan PPS yang melakukan rekapitulasi suara pemilu.

"Kita telah berkirim surat kepada pemkot agar menugaskan tim medisnya untuk memeriksa kesehatan petugas PPK dan PPS," kata dia.

Menurutnya, dari hasil pantauan di lapangan dan laporan dari PPK dan PPS bahwa mereka banyak yang kelelahan karena harus mengerjakan tugas sesuai tahapannya.

"Bahkan petugas PPK dan PPS ini ada yang sampai dirawat hingga meninggal dunia," katanya.

Ia menjelaskan, pendampingan petugas kesehatan ini dimaksudkan untuk menghindari adanya korban jiwa lagi dari para petugas yang sedang melakukan penghitungan.

"Kami juga meminta kepada tim medis selain memeriksa kesehatan juga memberikan suplemen kepada PPK dan PPS yang membutuhkan," katanya.

Selain tenaga medis, tambahnya, Pemkot Bandarlampung juga menyediakan mobil ambulan di setiap wilayah guna berjaga-jaga bila ada hal yang tidak diinginkan.

KPU tunjuk lima firma hukum hadapi gugatan PHPU

Pewarta:
Editor: Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2019
Prabowo ikuti saran ulama tidak temui Jokowi Sebelumnya

Prabowo ikuti saran ulama tidak temui Jokowi

Tanggapan Presiden atas pernyataan BW  soal rezim korup Selanjutnya

Tanggapan Presiden atas pernyataan BW soal rezim korup