Elemen masyarakat Jakarta Barat gelar deklarasi damai pascapemilu

HMI Padang tuntut pemerintah segera evaluasi pemilu 2019
Polres Metro Jakarta Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimkot) Kota Administrasi Jakarta Barat serta penyelenggara pemilu dan berbagai elemen masyaralat menggelar deklarasi damai setelah Pemilu 2019 di Ballroom Hotel Twin Plaza, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis.(ANTARA News/Fianda Rassat)
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimkot) Kota Administrasi Jakarta Barat serta penyelenggara pemilu dan berbagai elemen masyaralat menggelar deklarasi damai pasca Pemilu 2019 di Ballroom Hotel Twin Plaza, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengajak masyarakat yang sebelumnya terpolarisasi dalam kedua kubu untuk kembali bersatu lewat sebuah sajak.

"'Tinta pemilu mungkin akan hilang dalam dua hari, tetapi persaudaraan, persahabatan dan silaturahmi kita tidak akan luntur selama-lamanya. Yang kemarin kita terpolarisasi antara 01 dan 02, cebong-kampret kita kembali bersatu songsong masa depan negara kita lebih cemerlang apapun hasilnya nanti," kata Hengki.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial.

"Pascapemilu ini sekali lagi perlu atensi, coba cek sekarang sedang perang tagar. Tagar utama hari ini per hari ini denhan26.900 cuitan adalah tagar #rakyatbutuhkedamaian. Keresahan itu ada karena memang di media sosial begitu hangat dan ini tidak boleh dianggap sepele," katanya.

Baca juga: Wapres tegaskan oknum caleg pembakar kotak suara langgar hukum
Baca juga: Polres Bangka Barat deklarasi damai pascapemilu 2019


Hengki juga mengatakan dirinya pernah mendapat tiga informasi hoaks dalam satu hari.

"Dalam sehari saya dapat tiga laporan informasi hoaks salah satunya dari seorang petinggi yang menyampaikan ada penyerangan PPK di Cengkareng. Ada penyerangan dan pemaksaan pembukaan kotak suara yang viral. Terpaksa kita langsung menuju PPK pukul 2.30 dini hari. Jam 9.00 WIB ada lagi informasi hoaks di GOR Cendrawasih," katanya.

"Nah terakhir ada informasi bahwa Kapolsek Kebon Jeruk diusir paksa, saya tidak konfirmasi lagi dan langsung saya bilang itu hoaks," ujarnya.

Karena itu Hengki kembali mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bijak menyikapi hoaks di media sosial yang bernuansa SARA dan tendensius.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Jakarta Barat Cucum Sumardi menyampaikan bahw aKota Administrasi Jakarta Barat pada Pemilu 2019 ini berhasil mempertahankan prestasi sebagai satu-satunya kota yang tidak menggelar pemungutan suara ulang (PSU).

"Pada Pemilu 2014, satunya kota yang tidak menggelar PSU adalah Jakarta Barat dan pada 2019, Jakarta Barat juga tidak ada PSU," ujarnya.

Cucum juga mengatakan dalam pemilu kali ini ada hal menarik, yaitu KPU berusaha untuk setransparan mungkin dalam penghitungan suara.

"KPU berusaha untuk setransparan mungkin dalam penghitungan manual atau real count. Bapak-ibu silakan buka telepon itu bisa diakses lewat pemilu2019.kpu.go.id semua hasil perhitungan hasil suara bisa diakses," ujarnya.

Deklarasi tersebut juga dihadiri oleh Putri Indonesia, Wali Kota Jakarta Barat, Dandim 0503 Jakarta Barat, seluruh Kapolsek dan Binmas Jakarta Barat, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Ketua KPU Kota Jakarta Barat, Ketua Bawaslu Jakarta Barat, Kepala Kesbangpol Jakarta Barat dan berbagai organisasi dan elemen masyarakat di wilayah Jakarta Barat.
Baca juga: Puluhan emak-emak gelar aksi damai di Kantor KPU Medan
Baca juga: Isu harga karet dan populisme Islam buat Prabowo unggul di Sumsel

 

Suasana gedung MK saat kedatangan tim hukum BPN

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019
Menkominfo: pasca-Pemilu banyak hoaks tentang pencapresan Sebelumnya

Menkominfo: pasca-Pemilu banyak hoaks tentang pencapresan

KPU siap hadapi gugatan sengketa Pemilu Prabowo-Sandi di MK Selanjutnya

KPU siap hadapi gugatan sengketa Pemilu Prabowo-Sandi di MK