counter

Anggota FPAN nilai Pansus Kecurangan Pemilu tidak relevan

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Anggota Fraksi PAN DPR RI Bara Hasibuan memberikan pernyataan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. (Foto: ANTARA/Imam B)
Jakarta (ANTARA) - Anggota Fraksi PAN DPR RI Bara Hasibuan menilai usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kecurangan Pemilu 2019 tidak memiliki relevansi karena sudah ada mekanisme yang diatur dalam UU Pemilu kalau ada indikasi kecurangan.

"Sama sekali tidak relevan, karena tidak ada kecurangan yang masif, terstruktur dan bersifat nasional," kata Bara, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan dalam UU Pemilu disebutkan kalau ada indikasi kecurangan dalam pemilu, maka harus membawa kasusnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena itu, Bara memastikan Fraksi PAN tidak akan ikut dan tidak mendukung Pansus tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kecurangan Pemilu 2019, karena banyak temuan dugaan kecurangan pemilu yang cukup masif, terstruktur, dan brutal.

"Saya akan mengusulkan meski ini akhir periode, kalau misalnya teman-teman itu menyetujui akan bagus untuk evaluasi ke depan. Karena kecurangan ini cukup masif, terstruktur dan brutal. Mulai pra pelaksanaan, pelaksanaan dan pasca-pelaksanaan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Rabu (24/4).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, adanya pansus akan menjadi alat penelusuran kelemahan dari sistem dan prosedur pemilu, sehingga bisa dilakukan evaluasi menyeluruh.

Tjatur Sapto Edi Mundur Dari Ketua Fraksi

Pewarta:
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2019
Rekapitulasi suara pemilu oleh KPU mencakup 33,63 persen TPS Sebelumnya

Rekapitulasi suara pemilu oleh KPU mencakup 33,63 persen TPS

Penyerahan data syarat Bakal Calon Pilkada Selanjutnya

Penyerahan data syarat Bakal Calon Pilkada