PBNU mendoakan anggota KPPS yang gugur diampuni dosanya

Polisi temukan TKP lima korban tewas kericuhan 22 Mei
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ini bukti kita mampu berdemokrasi. Islam dan demokrasi tidak bertentangan bahkan saling memperkuat, katanya.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mendoakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal agar diampuni dosa mereka  oleh Tuhan Yang Maha Esa.

"Dalam perjuangan mereka ada yang gugur dari unsur KPPS. Mudah-mudahan amal mereka diterima Allah diampuni khilaf dan dosanya," kata Said di Jakarta, Selasa.

Komisi Pemilihan Umum menyatakan jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia pada saat  rekapitulasi mencapai 119 orang.

Sementara itu 548 petugas lainnya sakit. Jumlah korban tersebar di 25 provinsi.

Kendati demikian, Said berpendapat  pemilu secara umum berlangsung dengan damai. Jika terjadi peristiwa membuat petugas KPPS meninggal, penyelenggaraan harus dievaluasi.

Dia menilai pemilu di Indonesia juga berlangsung sesuai prinsip kedewasaan. Itu harus bisa menjadi contoh bagi bangsa lain.

Tidak kalah penting, kata dia, kedewasaan itu harus terus dijaga dalam kehidupan bernegara.

"Ini bukti kita mampu berdemokrasi. Islam dan demokrasi tidak bertentangan bahkan saling memperkuat," katanya.

Ma’ruf Amin harap Islam moderat jadi arus utama

Pewarta:
Editor: Mulyo Sunyoto
Copyright © ANTARA 2019
Partisipasi masyarakat Sulut dalam pemilu tinggi Sebelumnya

Partisipasi masyarakat Sulut dalam pemilu tinggi

Sidang MK, saksi 02 ungkap pelatihan saksi TKN ajarkan kecurangan Selanjutnya

Sidang MK, saksi 02 ungkap pelatihan saksi TKN ajarkan kecurangan