Jokowi-Amin unggul telak di wilker KJRI Kota Kinabalu Sabah

HMI Padang tuntut pemerintah segera evaluasi pemilu 2019
Penghitungan Suara di PPLN Kota Kinabalu (Foto ANTARA / Cahyono) (1)
Kota Kinabalu (ANTARA) - Hasil penghitungan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di wilayah kerja (wilker) Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah Malaysia yang berakhir Senin (22/4) malam menunjukkan paslon nomor urut 01 Jokowi-Amin unggul telak dari capres cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Data yang diperoleh dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kota Kinabalu perolehan suara kedua paslon capres cawapres adalah Jokowi-Amin sebanyak 71.109 suara atau 82,05 persen. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebanyak 15.555 suara atau 17,95 persen.

Ketua PPLN Kota Kinabalu, Cahyono Rustam, Selasa menyatakan, penghitungan suara pilpres dan pileg di wilker KJRI Kota Kinabalu berlangsung sejak Rabu (17/4) dan berakhir dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI pada Senin (22/4) malam.

Jumlah WNI yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 88.429 orang dari 140.878 pemilih terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sedangkan suara sah sebanyak 86.664 lembar dan tidak sah 1.765 lembar.

Cahyono menambahkan, sejak dimulainya penghitungan suara pilpres dan pileg pemilu 2019 ini dalam pengawasan Panwaslu setempat ditambah pendampingan Konsul Jenderal RI Kota KInabalu, Krishna Djelani.

Wilayah kerja KJRI Kota Kinabalu ini meliputi, Sandakan dan Kinabatangan, Keningau, Sipitang, Labuan, Tenom, Beaufort dengan jumlah 433 kotak suara keliling (KSK) ditambah 26 tempat pemungutan suara (TPS).

Kemudian dia sebutkan, persentase partisipasi pemilih pada pemilu 2019 sebesar 62,77 persen atau mengalami kenaikan dibandingkan pemilu 2014 lalu.

Tim kuasa hukum BPN ajukan permohonan gugatan ke MK

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
KPU OKU catat empat kecamatan selesaikan pleno Sebelumnya

KPU OKU catat empat kecamatan selesaikan pleno

PWNU dukung pembatasan sementara  media sosial Selanjutnya

PWNU dukung pembatasan sementara media sosial