counter

Jokowi-Ma'ruf unggul satu suara di Lapas Pondok Bambu

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Petugas KPPS beserta saksi di TPS 192 Lapas Pondok Bambu menandatanganinya formulir C1 usai perhitungan suara yang sempat diulang karena ada perolehan suara seri di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019). Hasil perhitungan ulang Jokowi-Ma'ruf unggul satu suara dari Prabowo-Sandi. (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Jakarta (ANTARA) - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul satu suara di Tempat Pemungutan Suara 192 Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur., Rabu.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 112 suara sah sedangkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh 111 suara sah.

Total seluruh surat suara 226 di TPS 192, tercatat 223 surat suara sah sedangkan tiga surat suara tidak sah.

Proses perhitungan surat suara pemilih presiden di TPS 192 Lapas Pondok Bambu dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) beserta saksi dan petugas pengamanan melakukan perhitungan suara yang pantau langsung oleh warga binaan.

Hasil perhitungan suara pertama terjadi kekeliruan satu suara tidak tercatat sehingga dilakukan perhitungan ulang yang disepakati oleh kedua saksi.

Proses perhitungan suara ulang ini berlangsung hampir satu jam lamanya hingga diperoleh suara yang sah dan formulir C1 ditandangani oleh petugas KPPS beserta para saksi.

Sebelum pemungutan suara berlangsung, Ali (40), saksi dari Badan Pemenangan Nasional menyebutkan Lapas Pondok Bambu merupakan basis pemilih dari PDI-P. Hasil pemungutan suara Pemilu 2014, suara Prabowo kalah jauh dibanding Jokowi.

"Di sini basisnya PDI-P. Pilpres 2014, Jokowi memperoleh suara terbanyak," kata Ali.

KPK cecar 24 pertanyaan ke Sekjen PDIP

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019
Shinta Wahid: pemilu pererat persaudaraan anak bangsa Sebelumnya

Shinta Wahid: pemilu pererat persaudaraan anak bangsa

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai