KPU lihat kemungkinan pemilu susulan untuk WNI di Sydney

Polres Mataram kerahkan pasukan gabungan amankan rekapitulasi suara
Ketua KPU RI Arief Budiman. (Dewa Wiguna)
"Kita lihat dulu penyebabnya apa dan bagaimana. Apakah memenuhi kriteria untuk dilakukan pemilu susulan atau lanjutan, itu memungkinkan nggak
Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Pemilihan Umum RI Arief Budiman menyatakan akan melihat kemungkinan penyelenggaraan pemilu susulan untuk warga negara Indonesia di Sydney, Australia.

"Kita lihat dulu penyebabnya apa dan bagaimana. Apakah memenuhi kriteria untuk dilakukan pemilu susulan atau lanjutan, itu memungkinkan nggak," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya banyak WNI di Sydney belum mendapat kesempatan menggunakan hak pilih meski sudah mengantre lama.

Arief mengatakan kejadian antrean WNI di Sydney itu perlu dicek, apakah mereka sudah mendaftar di masa pemungutan suara atau setelah pemungutan suara.

Jika mereka mendaftar pada masa pemungutan suara selesai maka sesuai regulasi mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Sebab pendaftaran hanya dapat dilakukan saat masa pemungutan suara berlangsung.

"Semua kemungkinan bisa terjadi. Jadi banyak hal harus dilakukan pengecekan dulu," ucap dia.

Mengenai jumlah TPS di Sydney, Arief menjelaskan bahwa jumlah pemilih di sana cukup banyak, sementara TPS dibangun di Kantor KBRI dan KJRI yang wilayahnya terbatas.

KPU sudah berkoordinasi dengan Bawaslu untuk mencari jalan keluar bagi WNI di Sydney.

Adapun secara keseluruhan Arief menyatakan pemungutan suara di luar negeri berjalan dengan cukup baik. Dua wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus hanya di Sydney, Australia dan Kuala Lumpur (Selangor), Malaysia.

"Di Kuala Lumpur berkaitan dengan surat suara yang dicoblos-coblos itu. Sampai dengan hari ini kita belum bisa memastikan karena belum bisa mengakses ke lokasi yang ada surat suaranya," ujar Arief.
Pewarta:
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019
Bawaslu Gresik sebut ada tiga TPS rawan SARA Sebelumnya

Bawaslu Gresik sebut ada tiga TPS rawan SARA

Gerindra sebut Sandiaga tidak ke Balai Kota tapi ke kantor Wapres Selanjutnya

Gerindra sebut Sandiaga tidak ke Balai Kota tapi ke kantor Wapres