counter

Massa kampanye Jokowi-Ma'ruf tinggalkan GBK

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Massa kampanye akbar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 mulai meninggalkan Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (13/4/2019). (ANTARA News/Laily Rahmawaty)
Jakarta (ANTARA) -
Massa kampanye akbar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 mulai meninggalkan Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu sekitar pukul 17.31 WIB situasi di jalan pintu masuk utama membludak oleh lalu lintas massa.
 
Pantauan Antara di Jalan Asia Afrika menuju FX Sudirman membludak oleh massa yang mula meninggalkan GBK. Arus lalu lintas menjadi tersendat tidak hanya untuk kendaraan roda empat tetapi juga pejalan kaki.
 
Petugas dan relawan membantu mengarahkan massa yang mulai meninggalkan GBK untuk membagi jalur antara pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
 
Jalan arah masuk dari FX Sudirman dibuka untuk kendaraan roda empat yang masuk ke GBK. Sedangkan jalan sebaliknya diarahkan untuk pejalan kaki yang keluar dari GBK.
 
Hingga berita ini diturunkan situasi di jalan pintu utama GBK padat oleh mobilisasi massa yang meninggalkan GBK.

Sebanyak 500 artis, musisi, dan budayawan akan meramaikan pagelaran bertajuk "Konser Putih Bersatu" di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Konser Putih Bersatu juga akan menghadirkan penampilan kolaborasi dari 100 gitaris Indonesia, seperti Ian Antono, John Paul Ivan, Toto Tewel, Trio Glenn Fredly, Tompi, dan Sandy Sandoro juga dijadwalkan tampil dengan membawakan lagu "Bagimu Negeri".

Konser tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas seperti perkumpulan olahraga skateboard dan surfing, pengacara, fotografi-videografi, tukang pijat refleksi, warung tegal, hingga sopir truk.

Acara tersebut terbuka untuk umum dan gratis yang berlangsung sejak pukul 12.00-17.00 WIB. Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin juga hadir pada pertengahan konser itu.

Menpora Zainudin kunjungi Pelatnas

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2019
KPU belum berencana tunda pemungutan suara pemilu di Malaysia Sebelumnya

KPU belum berencana tunda pemungutan suara pemilu di Malaysia

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai