counter

Masyarakat Singkawang Sepakat Tolak Kampanye di Tempat Ibadah

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Para pengurus tempat ibadah sepakat untuk tidak menjadikan tempat ibadah sebagai sarana kampanye pada acara tatap muka di Aula Mapolres Singkawang (Rudi)
Pontianak (ANTARA) - Guna menghindari keresahan warga, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang ada di Kota Singkawang sepakat untuk tidak menjadikan rumah ibadah yang ada di kota itu sebagai sarana kampanye menjelang Pemilu 2019 ini.

"Untuk mencegah terjadinya keresahan di tengah masyarakat menjelang Pemilu, kita melakukan pertemuan dengan FKUB dan tokoh masyarakat serta tokoh agama yang ada di Singkawang. Intinya mereka sepakat untuk tidak menjadikan tempat ibadah sebagai sarana kampanye," kata Waka Polres Singkawang, Kompol Joko Sulistiono di Singkawang, Jumat.

Dia mengatakan FKUB dan tokoh masyarakat serta tokoh agama yang ada di Singkawang juga sudah mendeklarasikan dan menandatangani kesepakatan tidak menjadikan tempat ibadah sebagai sarana kampanye, terlebih sekarang ini memasuki tahun politik.

"Kami dari Polres Singkawang mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat dan para tokoh yang hadir," ujarnya.
Harapannya, pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai. "Tentu usai dari acara ini juga diharapkan masing-masing tokoh dapat menyampaikannya lagi kepada pengurus tempat ibadah masing-masing," ungkapnya.

Dandim 1202/Skw, Letkol Arm Victor Jacob Lucas menyambut baik acara yang digelar Polres Singkawang. "Tujuannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Melalui kegiatan yang digelar, para tokoh juga sangat antusias untuk selalu menjaga kondisi Singkawang yang sudah aman dan kondusif.

Meski demikian, pihaknya juga tidak mau kecolongan apabila ada suatu ancaman yang ingin membuat kekacauan di Kota Singkawang. "Sehingga kita selaku aparat keamanan perlu menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit untuk menangkal setiap ancaman yang dimungkinkan akan terjadi di Singkawang," ujarnya.

Ketua FKUB Singkawang, Baharuddin juga memberikan apresiasi kepada Polres Singkawang yang telah mengadakan acara ini. "Larangan untuk tidak menjadikan tempat ibadah sebagai sarana kampanye merupakan hal yang positip dan harus kami dukung," katanya.

Terlebih, peran FKUB bertugas untuk memelihara kerukunan sekaligus merawat Singkawang sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Singkawang untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan dalam rangka mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019. "Dan mari kita sama-sama berdoa agar pesta demokrasi ini berlangsung dengan baik dan sukses," ajaknya.

Baca juga: Seribuan spanduk tolak kampanye politik di tempat ibadah Jakbar terpasang

Baca juga: KPU Lebak larang kampanye di tempat ibadah
Pewarta:
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2019
Ziarah Sunan Gunung Jati jadi penutup safari Ketua Majelis Syuro PKS Sebelumnya

Ziarah Sunan Gunung Jati jadi penutup safari Ketua Majelis Syuro PKS

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai