Tiga TPS di Wondama sulit dijangkau

Dua anggota PPK di Nunukan alami kecelakaan hari H pencoblosan
Logo KPU (Foto Antara/Ist)
Kalau yang pakai kapal pemda siap mendukung. Kami bisa minta agar jadwal kapal yang nanti membawa logistik untuk disesuaikan dengan jadwal pengiriman logistik, ucap Denny
Wasior, Teluk Wondama (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, kesulitan menjangkau tiga tempat pemungutan suara (TPS) karena infrastruktur transportasi menuju lokasi tersebut belum terbangun.

Hal ini menjadi kendala tersendiri yang harus dihadapi KPU dalam mendistribusikan logistik maupun pemantauan.

"Distribusi logistik ke tiga TPS terjauh itu harus dilakukan dengan berjalan kaki. Untuk sampai ke sana butuh waktu antara 3-5 hari," kata Ketua KPU Teluk Wondama Monika Elsy Sanoi di Wasior, Selasa.

Ia menyebutkan, tiga TPS itu berada di Distrik Naikere tepatnya di Kampung Oya, Undurara dan Inyora. Kampung-kampung itu masih terisolir dan berada jauh di pelosok serta belum ada akses jalan darat.

KPU mengharap dukungan dari pemerintah daerah agar pelaksanaan pemilu di tiga kampung ini berjalan lancar layaknya daerah lain.

Pada rapat koordinasi bersama pemerintah daerah Senin (18/3), Sekretaris KPU Teluk Wondama Henri Purba menjelaskan, dalam pelaksanaan distribusi logistik ke tiga TPS terjauh, pihaknya masih mengadopsi SOP (standar operation procedure) sebagaimana yang diterapkan pada Pilkada Gubernur tahun 2017.

“SOP-nya masih sama, termasuk pengamanannya. Untuk TPS terjauh (pergeseran logistik) pada H-7 dan yang lain H-5," ucap Purba seraya menambahkan untuk di wilayah pesisir, akan menggunakan jasa kapal laut.

Sekretarus Daerah Teluk Wondama, Denny Simbar menyatakan Pemkab siap membantu KPU untuk memperlancar distribusi logistik hingga penarikan pascapenghitungan. Khusus untuk TPS terjauh, KPU diminta mencermati segala potensi kerawanan yang mungkin terjadi.

“Kalau yang pakai kapal pemda siap mendukung. Kami bisa minta agar jadwal kapal yang nanti membawa logistik untuk disesuaikan dengan jadwal pengiriman logistik,“ ucap Denny.

Terkait pengamanan, Kabag Sumber Daya Polres Teluk Wondama Kompol Erik Hursepuni mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 138 personil untuk pengamanan TPS termasuk mengawal distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang dianggap rawan.

“Juga ada 16 perwira Padal atau perwira pengendali. Mereka akan mengawal seluruh tahapan pemilu,“ kata Hursepuni.
Pewarta:
Editor: Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2019
KPU Tanjabtim siap distribusikan logistik Pemilu 2019 melalui jalur perairan Sebelumnya

KPU Tanjabtim siap distribusikan logistik Pemilu 2019 melalui jalur perairan

Pemprov Jabar beri santunan Rp50 juta kepada petugas pemilu yang gugur Selanjutnya

Pemprov Jabar beri santunan Rp50 juta kepada petugas pemilu yang gugur