Jokowi: Beda politik jangan picu perpecahan tapi makin bersikap bijaksana

Bawaslu dan peserta pemilu deklarasi pemilu beretika
Calon Presiden Joko Widodo menghadiri acara "Doa Satukan Negeri" di Medan, dalam kesempatan itu ia mengatakan jangan karena perbedaan pandangan politik menjadi peropecahan (Antara Sumut/Juraidi)
Medan (ANTARA) - Calon presiden Joko Widodo mengaku sedih dengan kondisi saat ini dimana perbedaan pandangan politik justru menjadi pemicu untuk tidak saling tegur yang seharusnya perbedaan itu disikapi dengan bijaksana.

"Saya sedih hanya karena beda pandangan politik, antara tetangga tidak tegur sapa. Itu tidak boleh terjadi," katanya saat menghadiri acara "Doa Satukan Negeri" di Medan, Jumat, yang diikuti ribuan masyarakat.

Ia mengatakan, sudah sunatullah banyak terdapat perbedaan di dunia ini termasuk di Indonesia yang tentunya itu harus disikapi dengan tanpa harus menjadi perpecahan.

"Perbedaan itu sudah sunatullah. Kita saja beda suku, adat, tradisi, maupun bahasa. Jangan itu menjadikan kita terpecah tapi harus kita syukuri sebagai jalan untuk mensyukuri apa yang ada," katanya

Untuk itu, kata istri Iriana itu, ia menitip pesan kepada semua yang hadir di acara tersebut untuk terus menjaga persatuan dan ukhuwah karena itu adalah modal terbesar bagi Indonesia untuk maju.

"Tiap lima tahun kita ada pemilu baik bupati, gubernur maupun presiden. Jangan karena itu kita menjadi terpecah, ayo mari tetap bersatu. Perbedaan itu harusnya membuat kita semakin bersatu. jangan lupakan itu, kita adalah saudara sebangsa dan setanah air," katanya.
Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Pengamat ingatkan kasus Rommy dapat lemahkan strategi TKN Jokowi-Ma'ruf Sebelumnya

Pengamat ingatkan kasus Rommy dapat lemahkan strategi TKN Jokowi-Ma'ruf

Mendagri minta masyarakat proaktif daftar perekaman KTP-el Selanjutnya

Mendagri minta masyarakat proaktif daftar perekaman KTP-el