counter

20.000 alumni PT di Jabar akan deklarasi dukungan untuk Jokowi

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Arsip Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, makan siang bersama di rumah KH Ma'ruf Amin, di Jalan Situbondo Jakarta, Jumat (28/12/2018). (Istimewa)
Pemilu ini wujud pesta demokrasi yang kita harapkan, jadi seharusnya pilpres sesuatu yang menyenangkan, sifatnya santai. Beda pilihan jangan dibawa ke perpecahan, kita inginnya semangat Bandung yang dikenal damai, ceria, kreatif ini menyebar ke mana-
Bandung (ANTARA) - Sekitar 20.000 alumni dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat, seperti ITB, Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan, Universitas Parahyangan dan UIN SGD Bandung akan mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma`ruf Amin.

"Informasi sementara yang kami himpun, total ada 20 ribu orang yang akan hadir dan menyatakan dukungan untuk Pak Jokowi dan KH Ma`ruf Amin pada Minggu pagi, 10 Maret 2019, di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung," kata Perwakilan Gerakan Intelektual Jabar Ngahiji dari Unpar Lukman Nur Hakim, di Kota Bandung, Rabu.

Acara dekarasi dukungan untuk pasangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019 bertemakan "Kebangkitan Kaum Intelektual, Dukung Indonesia Maju" dan hampir mirip dengan acara dukungan dari Alumni UI.

Lukmam mengatakam sejumlah musisi nasional seperti Bimbo, Elfa`s`Singer, dan Purwacaraka akan meramaikan acara deklarasi tersebut.

"Nanti yang memainkan alat musiknya dari Purwacaraka, penyanyi Bimbo, Elfa`s Singer, dan artis nasional lainnya," kata dia.

Sementara itu Perwakilan Alumni SMA 3 Bandung dan Alumni ITB Rudy Farid Sagir menambahkan acara ini dilatarbelakangi kegelisahannya atas situasi politik saat ini.

Rudy menilai, pesta demokrasi lima tahunan bernama Pemilu Presiden 2019 yang hanya diikuti dua pasang calon ini seharusnya tidak menjadikan masyarakat mudah terbelah.

"Terus terang, baik di medsos, media mainstream, masyarakat lagi tensi tinggi. Kadang-kadang serumah sampai ribut, pertemanan bisa bubar. Kenapa harus begini," katanya.

"Pemilu ini wujud pesta demokrasi yang kita harapkan, jadi seharusnya pilpres sesuatu yang menyenangkan, sifatnya santai. Beda pilihan jangan dibawa ke perpecahan, kita inginnya semangat Bandung yang dikenal damai, ceria, kreatif ini menyebar ke mana-mana," lanjut dia.

Oleh karena itu, melalui acara ini pihaknya ingin menciptakan situasi yang nyaman, aman, dan santai meski terlibat aktif dalam pesta demokrasi tersebut.

"Jadi acara ini gerakan edukasi, ayo meski kita berbeda, tapi tetap bersatu. Makanya ada hiburan, acara kreatif, lainnya untuk pendewasaaan. Meski pilpres, kita santai saja," katanya.

100 hari pemerintahan Jokowi - Ma'ruf, ini yang telah dikerjakan

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Komisi X kritisi perhatian pemerintah terhadap tenaga honorer Sebelumnya

Komisi X kritisi perhatian pemerintah terhadap tenaga honorer

Penyerahan data syarat Bakal Calon Pilkada Selanjutnya

Penyerahan data syarat Bakal Calon Pilkada