counter

Luhut mengaku hanya ingin dinginkan suasana saat debat capres

KPU RI tetapkan hasil Pemilu 2019 setelah putusan MK
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (ANTARA News/Agus Salim)
Enggak-enggak (tidak ada keributan),  saya bilang cooling down, biar suasananya gak panas
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritimam Luhut Binsar Panjaitan mengaku dirinya bangkit dari tempat duduknya saat debat capres putaran kedua untuk mendinginkan suasana saat itu. 

"Enggak-enggak (tidak ada keributan),  saya bilang cooling down, biar suasananya gak panas," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresisenan Jakarta,  Rabu. 

Sebelumnya beredar video tentang keributan dalam arena Debat Capres kedua dan di situ terdapat sosok Luhut.  "Enggak ada apa-apa, saya enggak ribut, baik-baik saja kok," katanya. 

Menurut dia,  dirinya bangun dari tempat duduk untuk meminta tidak ada keributan. "Saya cuma bilang sama Ferdinan enggak usah ribut-ribullah, itu saja," katanya.

Ia menyebutkan di depan sudah banyak yang ribut-ribut saat Debat Presiden 2019 itu. "Ya karena di depan kami sudah banyak, ya saya kan boleh bilang jangan ribut-ribut. Masa' enggak boleh," katanya. 

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan protes yang disampaikan dengan cukup keras sampai membuat ruang debat kisruh saat pelaksanaan Debat Capres putaran kedua. 

Tim dari Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga memprotes pernyataan dari capres yang dinilai menyerang secara pribadi. 

Saat protes itu, terlihat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ikut maju. Ia ditenangkan oleh sejumlah anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin seperti Aria Bima dan Rizal Mallarangeng.  
Baca juga: Luhut harap 2020 "green diesel" mulai dicoba
Baca juga: Tabloid Indonesia Barokah, Luhut anggap tidak sebarkan hoaks

Ini alasan Prabowo-Sandi tidak ingin mengambil gaji

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019
Misbakhun optimistis pemerintah dapat jaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional Sebelumnya

Misbakhun optimistis pemerintah dapat jaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional

Akademisi sarankan pemerintah revisi UU pemilihan kepala daerah Selanjutnya

Akademisi sarankan pemerintah revisi UU pemilihan kepala daerah