Garda Matahari minta relawan jangan mudah termakan kabar bohong

Surat suara KPU Aceh tiba di Medan
Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan penulis buku Arus Baru Ekonomi Indonesia, Azrul Tanjung, berfoto bersama dalam peluncuran buku pokok pikiran KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Selasa . (Indriani)

Jakarta (ANTARA News) - Koordinator Nasional Garda Matahari untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Azrul Tanjung meminta relawan untuk tidak ikut menyebarkan dan termakan kabar yang belum tentu kebenarannya.
   
"Kami minta para relawan untuk tidak ikut serta dalam menyebarkan kabar bohong serta ikut termakan isu itu. Harus dilihat dulu benar atau tidak suatu kabar," ujar Azrul dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa.
    
Dia menambahkan relawan hendaknya membantu meluruskan suatu kabar, terutama yang menyangkut pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Saat ini banyak terjadi kabar bohong yang ditujukan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 itu.
   
Untuk itu, pihaknya terus meningkatkan kapasitas para relawannya. Dia meminta agar seluruh koordinator mensolidkan seluruh elemen eksternal untuk sinergi kekuatan memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf dalam Pilpres 17 April 2019 mendatang.
   
"Kami juga meminta agar para koordinator segera membentuk koordinator Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kelurahannya masing masing. Kader penggerak yang kemudian disebut Resimen TPS inilah yang akan bergerak dari rumah ke rumah untuk menyosialisasikan pasangan Jokowi-Ma’ruf," katanya.
   
Sementara itu,Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir mengungkapkan Joko Widodo sejak menjadi presiden sudah membuktikan prestasi kepemimpinannya. Bahkan dengan dimilikinya kewenangan berskala nasional, keluarganya tidak bergantung pada kekuasaan yang dimilikinya.
  
"Ini bisa kita lihat dari kemandirian anak-anaknya yang berdagang pisang dan martabak," katanya.
    
Prestasi Jokowi, menurut dia, tidak diragukan lagi dengan fakta yang memastikan bahwa proses pembangunan infrastruktur berjalan dapat dirampungkan dalam waktu yang cepat. Di antaranya, MRT yang sudah direncanakan 25 tahun bisa dieksekusi dan segera diselesaikan.
    
"Di tempat lain, ada pembangunan pasar, jembatan dan lain-lain. Itu semua pasti ada pengaruhnya terhadap kesejahteraan sosial," katanya
    
Menurut dia, memilih Jokowi Ma'ruf adalah keputusan terbaik untuk melanjutkan pembangunan ke depan. 

Pewarta: Indriani
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019
Kampanye saling menghujat dinilai bisa membuat pemilih pemula apatis Sebelumnya

Kampanye saling menghujat dinilai bisa membuat pemilih pemula apatis

NasDem : Jokowi tidak anti ulama Selanjutnya

NasDem : Jokowi tidak anti ulama