Hasto tegaskan BTP anggota biasa di PDI Perjuangan

Pendukung Jokowi di Surabaya sambut kedatangan Prabowo
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP (kedua kanan) bersama para kader PDIP saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019). Kunjungan BTP tersebut serangkaian liburannya di Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/ama..
Pak BTP tidak akan jadi juru kampanye
Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menyatakan masuknya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi anggota partai adalah sebagai anggota biasa. 

Dipastikan juga bahwa BTP tak dilibatkan dalam proses kampanye pemilu 2019 sebab yang bersangkutan akan berlibur panjang.

"BTP masuk PDIP sebagai anggota biasa. Ya sama seperti Almarhum KH Yusuf Supendi yang kini digantikan oleh putrinya Azmah Shobirooh. Lalu seperti masuknya Pak Kapitra Ampera. Ada juga 17 purnawirawan TNI masuk PDIP. Ya jadi anggota biasa," kata Hasto Kristiyanto,  dalam keterangan yang diterima, Minggu.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa pihaknya akan membiarkan BTP untuk pergi dulu berlibur ke luar negeri.

"Itu kan agenda pribadi beliau. Berlibur ke luar negeri selama 2,5 bulan," imbuhnya.

Kata Hasto, PDIP sendiri masih berkonsentrasi ke pemilu sebagai fokus utama, makanya, dirinya yang juga menjabat Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin itu, terus melakukan safari politik.

Dipastikan pria asal Yogyakarta itu, bahwa BTP takkan menjadi juru kampanye atau terlibat dalam proses kampanye pemilu 2019, baik untuk parpol maupun untuk pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Belum ada penugasan-penugasan partai untuk BTP. 

Apalagi, sama seperti anggota baru lainnya, BTP masih harus menjalani proses kaderisasi terlebih dahulu.

"Jadi Pak BTP tidak akan jadi juru kampanye. Karena dia ada agenda kegiatan pribadi di luar negeri," kata Hasto.

"Yang jelas saat ini kami kerjakan pemilu dulu. Fokus kami ke pemilu, konsentrasi penuh," tandasnya.

Hasto mengatakan pihaknya tak bicara soal untung rugi terkait masuknya BTP, tetapi yang diutamakan adalah politik dengan nilai-nilai kemanusiaan. 

Sebab politik haruslah membangun peradaban, sehingga tidak hanya bicara soal untung rugi politis, jelas Hasto.

"Politik itu bicara tentang hal-hal yang sangat fundamental termasuk hubungan kita sebagai sesama manusia, hubungan kita dengan Tuhan, hubungan kita dengan alam raya, itu politik," katanya.

Baca juga: Ahok berharap PDI Perjuangan menangi Pemilu 2019

Baca juga: Ahok akan tekuni bisnis minyak dan presenter talk show setelah bebas
Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2019
Relawan demokrasi sosialisasi pada pemilih berkebutuhan khusus Sebelumnya

Relawan demokrasi sosialisasi pada pemilih berkebutuhan khusus

NU katakan keterlaluan jika nahdiyin tidak memilih kiainya sendiri Selanjutnya

NU katakan keterlaluan jika nahdiyin tidak memilih kiainya sendiri