counter

Publik harus mempertanyakan program capres-cawapres

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Capres nomor urut 1 Joko Widodo dan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama usai Mendeklarasikan Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untie memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA supaya tercipta suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.
Jakarta (ANTARA News) - Publik harus terus mempertanyakan program capres-cawapres dalam Pilpres 2019 ketimbangan ikut larut dalam isu kampanye negatif yang belakangan terus terjadi. 

"Publik mesti 'aware'. Publik mesti terus mempertanyakan program kandidat," ujar Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari di Jakarta, Kamis. 

Feri mengatakan sejauh ini dua pasangan capres-cawapres bersama timnya masih tampak melakukan kampanye negatif. Dia mendorong agar kampanye negatif dihindari, sekalipun tidak dilarang oleh peraturan. 

"Saat ini kedua pasangan calon tampak melakukan kampanye negatif. Mestinya kampanye negatif ini dihindari karena cenderung akan memperpanas situasi," kata Feri. 

Feri mengatakan secara ilmu politik, ada kemungkinan para pasangan calon disarankan penasihat politiknya untuk menggunakan kampanye negatif guna menyerang lawan politik. 

Menurut dia, secara politik kampanye negatif memang lebih mudah menarik perhatian publik. 

Karena itu, publik harus terus mempertanyakan program kedua calon. 

"Publik yang cerdas tentu akan menanyakan program kedua pasangan calon. Sebaliknya, semakin tidak cerdas, mereka akan mengikuti gosip," ujarnya.

Sementara itu dari sisi hukum tata negara, menurut dia, Peraturan KPU dan Undang-Undang Pemilu harus mampu mencegah terjadinya kampanye politik yang tidak efektif. 
Baca juga: Kata analis politik ini kampanye pilpres masih dangkal gagasan
Baca juga: Pengamat ini menilai kampanye pilpres terlalu mengumbar kata-kata

Pakar hukum sarankan KPU ikuti putusan MK

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2018
Di Batam, Ma'ruf Amin disambut kompang Sebelumnya

Di Batam, Ma'ruf Amin disambut kompang

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai