Surabaya (ANTARA News) - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) - Ma`ruf Amin menlai pembebasan biaya tol Jembatan Surabaya - Madura (Suramadu) yang dijadwalkan berlangsung besok, Sabtu (27/10), sama sekali tidak bermuatan politis.

"Karena Pak Jokowi sampai sekarang masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, yang dikerjakannya adalah murni untuk kepentingan rakyat," kata Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir usai meresmikan rumah pemenangan untuk pasangan calon presiden nomor urut 01 itu di Jalan Diponegoro Surabaya, Jumat petang.

Dia menegaskan, pembebasan biaya tol Jembatan Suramadu yang akan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada Sabtu besok adalah murni untuk kepentingan masyarakat Pulau Madura dan sekitarnya di Pulau Jawa.

"Kalau seorang presiden ingin melakukan kebaikan untuk rakyatnya, masak dibilang politis," ucapnya.

Erick menandaskan, kalau semua keputusan presiden dibilang politis maka akan sulit. "Sama dengan kepala daerah yang baru saja terpilih, lalu dia sudah aktif bekerja kebaikan untuk rakyatnya, kan tidak bisa dianggaap politis," katanya.

Diakuinya, kegiatan Presiden Jokowi selama hari Sabtu dan Minggu besok di Surabaya tidak semuanya merupakan kunjungan kepresidenan. Di sela-sela kunjungannya itu ada yang untuk konsolidasi pemenangan pemilihan presiden 2019 dengan salah satu partai politik pengusungnya.

Namun untuk peresmiaan pembebasan biaya Tol Jembatan Suramadu, Erick Thohir memastikan merupakan kegiatan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Keesokan harinya, setelah menyelesaikan kunjungannya di Jawa Timur, kegiatan Pak Jokowi pun juga masih melaksanakan tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia, yaitu untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda di Bogor, Jawa Barat," ujarnya.

Baca juga: Anggota DPR dukung gratiskan Suramadu
Baca juga: Soekarwo: usulan tol Suramadu gratis tunggu jawaban presiden
Baca juga: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis, kata Soekarwo


 

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo/Hanif N
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018